Memahami Sandboxing sebagai Salah Satu Sistem Keamanan Jaringan
Article

Memahami Sandboxing sebagai Salah Satu Sistem Keamanan Jaringan

Keamanan merupakan salah satu persoalan besar dalam lingkup jaringan internet. kendati pembaruan sistem terus dilakukan, acap kali masih ada saja celah bagi peretas untuk mencuri data dalam database. Hal ini membuat pengembang menciptakan sejumlah sistem keamanan jaringan, seperti sandboxing, demi mengantisipasi kondisi itu.

Apa yang dimaksud dengan sistem keamanan jaringan?

Dilansir dari laman perusahaan keamanan siber Force Point, sistem keamanan jaringan merupakan seperangkat aturan dan konfigurasi yang dirancang untuk melindungi integritas, kerahasiaan, juga aksesibilitas jaringan komputer dan data yang ada dalam teknologi perangkat lunak maupun perangkat keras.

Selain itu, sistem ini juga akan memastikan akses yang andal, kinerja jaringan yang stabil, serta proteksi jaringan dari ancaman dunia maya seperti pelanggaran, penyusupan, dan ancaman lainnya (checkpoint.com). Cakupan yang luas ini terang saja membuat sistem keamanan jaringan melibatkan kontrol akses, perangkat lunak dan antivirus, keamanan aplikasi, analisis jaringan, jenis keamanan terkait jaringan, dan masih banyak lagi.

Sandboxing sebagai salah satu sistem keamanan jaringan

Lantas, apa itu sandboxing? Istilah sandboxing berasal dari konsep “kotak pasir” atau sandbox yang merujuk pada lingkungan (area) terisolasi dalam jaringan yang meniru lingkungan (area) operasi end-user (forcepoint.com). Dengan demikian, sandboxing adalah praktik keamanan siber yang mengeksekusi kode atau mengurai file mencurigakan pada sebuah jaringan dalam lingkungan (area) terisolasinya tanpa mengganggu pun membahayakan perangkat atau jaringan itu sendiri.

Seperti yang ditulis dalam situs Force Point, menggunakan metode sandboxing untuk mendeteksi malware tingkat lanjut akan memberi lapisan perlindungan berlebih terhadap ancaman keamanan baru nan canggih, seperti malware zero-day (atau malware yang tidak terbaca sebelumnya) dan serangan tersembunyi. Pasalnya, sistem keamanan ini berjalan di tempat yang terpisah dari inti jaringan. Dalam bahasa sederhananya, apa yang terjadi dalam “kotak pasir” atau sandbox akan tetap berada dalam “kotak pasir”.

Beberapa implementasi sandboxing yang telah ada

Menurut laman TechTarget, metode sandboxing adalah fitur penting bagi bahasa pemrograman Java juga lingkungan pengembangan. Alasannya lantaran sandboxing merupakan area program dan seperangkat aturan yang dibutuhkan oleh pemrogram (programmer) ketika ia akan membuat kode Java—sebutannya applet—yang dikirim sebagai bagian dari laman web.

Di luar itu, metode sandboxing juga sudah cukup awam diimplementasikan pada beberapa situasi berikut:

  • Web browser. Peramban web atau web browser adalah perangkat lunak (software) yang digunakan seorang pengguna internet untuk mengakses World Wide Web. Contoh dari peramban web adalah Google Chrome, Safari, Microsoft Edge, dan lain sebagainya. Sandboxing dapat menjadi sebuah sistem keamanan jaringan bagi web browser lantaran software ini dapat dijalankan dalam sandbox itu sendiri. Sehingga, bila sebuah situs web mengeksploitasi si peramban web, kerusakannya hanya akan tersebar dalam si kotak pasir dan tidak akan membahayakan perangkat lunak lain di luar kotak pasir.
  • Perlindungan software. Beberapa perangkat (tools) dalam sebuah komputer dapat mengizinkan sebuah perangkat lunak kurang tepercaya (untrusted software) untuk dijalankan oleh user-nya. Akan tetapi, pengoperasian untrusted software itu akan dijalankan tool dalam sandbox untuk menghindarkannya mengakses data pribadi maupun membahayakan perangkat user itu sendiri. Alhasil, software lain dalam perangkat komputer tidak akan terganggu oleh kedatangan untrusted software.
  • Riset keamanan. Para personel keamanan informasi profesional kerap menggunakan metode sandboxing untuk penelitian atau mendeteksi kode berbahaya. Contohnya, sebuah perangkat keamanan dapat mengunjungi situs web untuk memantau file apa yang telah terubah ataupun memasang dan menjalankan sebuah Windows Defender juga memungkinkan user untuk menjalankan antivirus dalam sandbox.

Demikianlah ulasan tentang sistem keamanan jaringan serta sandboxing sebagai salah satu contohnya. Apabila Anda sedang mencari layanan konsultan IT terbaik untuk mendiskusikan soal sistem keamanan jaringan Anda, Hypernet dapat menjadi solusi tepat.

Silakan hubungi kami untuk informasi lebih lanjut.

Photo source from Pixabay

id_IDIndonesian