Managed Service Provider Indonesia
Article

Mengenal Jenis Firewall dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Bagi Anda yang sering menggunakan komputer baik untuk keperluan pekerjaan maupun urusan pribadi, pasti sering mendengar istilah “Firewall” sebagai salah satu teknologi keamanan. Bahkan firewall juga menjadi service utama yang ditawarkan oleh managed service provider Indonesia terkait dengan keamanan data dan jaringan.

Namun, sudah pahamkah Anda apa itu firewall dan bagaimana cara kerjanya?

Mengenal Firewall

Firewall merupakan sistem keamanan untuk perlindungan jaringan internet dan berfungsi sebagai penyaring dalam jaringan. Sistem keamanan inilah yang akan bertanggungjawab untuk memonitor traffic yang masuk dan keluar. Firewall dapat berupa software, hardware atau cloud-based tetapi memiliki tujuan utama yang sama, yaitu memblokir traffic berbahaya dan mengizinkan traffic yang aman untuk melintas dengan lancar.

Sistem ini sudah digunakan sejak beberapa dekade dan terus mengalami perkembangan untuk memaksimalkan fungsinya.

Jenis Firewall dan cara kerjanya

Melansir dari situs compuquip.com, berikut ini adalah 5 jenis firewall dan cara kerjanya:

1.Packet-filtering firewalls

Ini merupakan jenis firewall paling dasar dan bisa dikatakan yang tertua dibandingkan dengan jenis lainnya sehingga masih memiliki sistem kerja yang sangat sederhana. Firewall ini akan membuat pos pada router dan melakukan pemeriksaan sederhana pada paket yang akan melintas, tanpa membukanya. Informasi yang diperiksa yaitu IP address pengirim, nomor port, jenis paket, dan sebagainya.

Kelebihan dari jenis firewall ini adalah tidak mengganggu kinerja karena pemeriksaan paket yang melintas dilakukan secara sederhana, tetapi dari segi keamanan agak kurang karena sangat mudah dilewati.

2. Circuit-level gateways

Pada jenis ini, circuit level gateawy akan memantau TCP (transmission control protocol) handshake dan juga sesi protokol lain dalam jaringan dari paket yang akan melintas untuk memastikan bahwa paket berasal dari pengiriman yang resmi.

Firewall ini tidak memeriksa paket sehingga jika berisi malware tetapi memiliki TCP handshake yang tepat, maka paket akan dapat melintas. Itulah sebabnya, firewall jenis ini dianggap kurang maksimal melindungi jaringan kecuali jika digabungkan dengan IT security lainnya.

3. Stateful inspection firewalls

Bisa dikatakan sebagai gabungan dari dua jenis firewall di atas, karena firewall ini akan memeriksa jenis paket dan juga memonitor TCP handshake sehingga lebih aman dibandingkan dua jenis sebelumnya. Firewall ini bekerja pada lapisan jaringan dalam model seven layer open system connection (OSI) model.

Firewall ini memiliki tingkat keamanan yang tinggi karena akan memeriksa secara menyeluruh. Sayangnya  cukup mahal dan memperlambat kinerja lalu lintas dalam jaringan.

4. Application-level gateways (proxy firewalls)

Proxy firewall memiliki tingkat keamanan yang sangat tinggi dan bekerja mirip dengan stateful inspection firewalls. Firewall ini bekerja pada lapisan aplikasi untuk memfilter lalu lintas dengan membuat koneksi tambahan.

Sebuah koneksi baru akan dibuat ke sumber lalu lintas paket dan kemudian firewall ini akan memverifikasi jenis paket dan TCP handshakes. Firewall ini mampu menganalisa paket lebih dalam dibandingkan dengan firewall lainnya sehingga lebih aman. Namun, dengan adanya tambahan koneksi baru, maka kinerjanya juga lebih lambat.

5. Next-gen firewalls

Next-gen Firewalls atau NGFW merupakan jenis firewall yang paling lengkap saat ini. NGFW mencakup berbagai variasi deep packet inspection (DPI) dan juga sistem keamanan jaringan lainnya. Seperti Intrusion Detection System (IDS), malware filtering, antivirus, dan sebagainya.

Firewall ini memiliki kemampuan multifungsi dan juga keakuratan penyaringan yang paling baik. Namun, harga yang ditawarkan cukup tinggi dibandingkan dengan jenis firewall lainnya.

 Firewall Managed Service dari Hypernet

Firewall merupakan salah satu sistem keamanan yang wajib ada dalam infrastruktur IT dalam sebuah perusahaan. Namun, tanpa pemanfaatan sistem keamanan lainnya, maka firewall juga tidak memberikan perlindungan maksimal.

Seperti melansir dari situs searchsecurity.techtarget.com, NGFW perlu diintegrasikan dengan sistem keamanan lainnya untuk memberikan manfaat terbaik bagi organisasi dan proses integrasi tersebut sangat rumit.

Namun, Anda tidak perlu memusingkan hal tersebut karena Hypernet siap untuk membantu Anda. Cukup dengan hubungi kami dan Anda bisa #TerimaBeres mengenai sistem keamanan.

id_IDIndonesian