IT Failure, IT Managed Service, managed service provider
Article

IT Failure dan Dampaknya Pada Perusahaan

Tidak ada satu perusahaan pun yang lepas dari pemanfaatan IT dalam menjalankan operasionalnya. Namun yang membedakan adalah seberapa besar skala perusahaan tersebut. Semakin besar skalanya, terutama untuk perusahaan multinasional, maka sudah pasti IT Infrastruktur yang digunakan akan semakin rumit.

Manfaat IT Infrastruktur

Ada beberapa keuntungan yang dirasakan perusahaan dengan memanfaatkan IT Infrastruktur, di antaranya:

  • Mempercepat proses kerja
  • Mempermudah komunikasi
  • Mempercepat penyelesaian masalah
  • Mengurangi biaya operasional
  • Meningkatkan keamanan

Namun, semua keuntungan tersebut hanya dapat tercapai ketika perancangan IT Infrastruktur dalam perusahaan dilakukan secara tepat, sesuai kebutuhan perusahaan. Kenyataannya, ada beberapa perusahaan yang justru mengalami kerugian dan beragam masalah ketika IT mengalami kegagalan atau IT Failure.

IT Failure

Seperti yang telah disebutkan ssebelumnya, IT Failure merupakan kegagalan yang terjadi dalam IT. Ada beragam jenis kegagalan yang dimaksud, di antaranya:

  • Putusnya koneksi internet
  • Koneksi jaringan intranet bermasalah
  • Loading system yang terlalu lama
  • Server down

Ketika IT Failure terjadi, meskipun hanya sebentar tetapi bisa berdampak besar bagi operasional sebuah perusahaan.

Dampak IT Failure

Melansir dari situs techradar.com, IT failure berskala besar yang terjadi satu kali dapat menyebabkan bisnis mengalami kerugian sebesar £6,9juta atau sekitar IDR118miliar. Dalam situs codestone.com juga disebutkan beberapa contoh dampak yang pernah dialami oleh perusahaan ketika IT Failure terjadi. Berikut ini di antaranya:

  • Pada 2015 sebuah Bank di Skotlandia mengalami kegagalan pembayaran konsumen dan direct debit saat terjadi IT crash akibat sistem yang tidak update.
  • Pada awal 2017, sebuah perusahaan penerbangan mengalami kerugian sebesar £80juta ketika terjadi malfungsi sistem akibat human error.

Dari contoh di atas terlihat bahwa tidak semua IT Failure terjadi karena murni adanya masalah pada sistem, tetapi bisa juga terjadi karena pengelolaan IT yang kurang tepat. Hal ini umum terjadi ketika perusahaan membangun IT Infrastrukturnya sendiri tanpa adanya tenaga ahli yang mendukung.

Sebab, IT Infrastruktur meliputi bidang yang sangat luas, sehingga tidak mudah bagi perusahaan untuk menyediakan tenaga ahli yang menguasai seluruhnya. Untuk mengatasi masalah ini, banyak perusahaan kemudian beralih menggunakan jasa kelola IT profesional.

Pemanfaatan pihak ketiga untuk mengelola IT dapat memberikan beragam keuntungan bagi perusahaan, antara lain mengurangi biaya dan meningkatkan produktivitas.

Sebab, perusahaan sudah mengetahui kisaran biaya yang dibutuhkan untuk mendapatkan layanan penuh atas pengelolaan IT sesuai dengan yang dibutuhkan. Layanan jasa ini juga akan memastikan IT Infrastruktur selalu bekerja secara maksimal dan lancar setiap waktu tanpa adanya downtime.

Hypernet, Pengelola Layanan IT Profesional

Sebagai salah satu perusahaan penyedia jasa layanan kelola IT profesional, Hypernet memahami kebutuhan Anda. Untuk memberikan pelayanan terbaik pada Anda, Hypernet akan membantu merancang, mengimplementasikan, hingga mengawasi IT Infrastruktur Anda untuk memastikannya selalu bekerja dengan lancar.

Hypernet juga menyediakan jasa layanan konsultasi dalam bentuk konsultan IT untuk membantu memberikan solusi IT dalam perusahaan Anda.

Tertarik #TerimaBeres bersama kami? Segera hubungi kami untuk melakukan konsultasi mengenai pengelolaan IT Infrastruktur terbaik bagi perusahaan Anda.

id_IDIndonesian