Blog > Tips Melindungi Privasi Warganet Pengguna Internet Service Provider

Week 26_2

HYPERNET –  Sejak berkembangnya teknologi, terutama internet, privasi seseorang semakin terkikis. Saat ini, aktivitas dasar mulai dari berbelanja, chatting, bepergian dan sebagainya sudah dilakukan secara online dan semuanya itu tercatat dan tersimpan oleh layanan dan perusahaan yang berbeda-beda. Karena itu, bagi pengguna internet bukan hanya bagaimana cara menentukan internet service provider yang tepat, melainkan juga harus mengetahui cara melindungi data-data pribadi supaya tidak menjadi korban kejahatan siber.  Berikut beberapa tips untu melindungi privasi online:

Media sosial. Setiap warganet tentu memiliki akun media sosial yang menjadi alat berkomunikasi maupun berbisnis. Namun, biasanya mereka hanya menggunakan tanpa mementingkan keamanan. Dalam membuat akun media sosial tentu dibutuhkan data-data pribadi. Bagi pengguna sangat disarankan untuk rutin melakukan pemeriksaan pada pengaturan keamanan akun media sosial, seperti facebook, instagram, twitter, dan media sosial lainnya

Email. email juga menjadi media pengirim ataupun penyimpanan data yang sering digunakan pengguna internet. Sangat penting untuk mengamankan e-mail utama Anda, terutama yang terhubung ke layanan perbankan dan situs penting lainnya oleh karena itu Anda harus memberikan perhatian lebih terhadap keamanan email terutama jika masih menggunakan email gratis.

Data pribadi. Hati-hati dalam mengunggah kartu identitas atau dokumen pribadi lain baik untuk keperluan pekerjaan, bisnis ataupun kegiatan pribadi. Jika bisa menghindarinya lebih baik tidak Anda lakukan karena bukan tidak mungkin penjahat siber dapat mengakes data pribadi Anda lalu menggunakannya untuk melakukan kejahatan dengan menggunakan data pribadi Anda sehingga Anda yang akan menjadi tersangka seandainya kejahatan mereka terungkap.

Jaringan WiFi. Jangan menggunakan jaringan WiFi terbuka, seperti café, taman, atau tempat umum lainnya. Bagi sebagian pengguna internet mungkin menganggap hal tersebut aman, tetapi sebenarnya jaringan wiFi terbuka dapat dengan mudah diretas oleh penjahat siber. Mereka benar-benar melakukannya untuk mencegat login dan password dari pengguna, yang mencoba untuk terhubung ke internet melalui jaringan-jaringan palsu.

Sejak kejadian teror siber malware ransomware wannacry, Indonesia membutuhkan keberadaan Badan Siber Nasional yang harus segera direalisasikan. Sebab, serangan kejahatan siber bukan hanya menyerang rumah sakit, perusahaan dan institusi pemerintah, melainkan juga dapat mengenai pengguna internet lainnya. Sebab, keamanan siber di Indonesia masih sangat lemah. Untuk melindungi dari kejahatan siber, Anda dapat melindunginya dengan cara memilih internet service provider yang memberikan faslitas menyeluruh dalam layanan informasi dan teknologi.

Source