Blog > Pertimbangan Adanya Cyberloaf Berada di Perusahaan

Week 48_2

HYPERNET – Setengah pelanggan dari sebuah layanan Internet Service Provider (ISP) adalah perusahaan. Internet telah memberikan perubahan yang signifikan baik dalam pekerjaan maupun kehidupan seseorang di seluruh dunia. Dimanapun seseorang berada, internet sudah menjadi kebutuhan utama sebagai kebutuhan komunikasi, informasi, dan hiburan.  Permasalahannya adalah apakah setiap orang sudah memanfaatkan waktu dengan benar saat berselancar di internet, khususnya untuk karyawan perusahaan?

Adanya jaringan internet dalam perusahaan tujuannya sebagai fasilitas penunjang kerja untuk karyawannya. Namun, adanya internet  juga meningkatkan peluang seseorang untuk melakukan cyberloaf dengan kedok melakukan pekerjaan.

Cyberloaf merupakan tindakan karyawan yang menggunakan internet perusahaan untuk tujuan personal selama jam kerja. Hal ini dilakukan oleh karyawan terutama yang memiliki akses internet ke semua jaringan. Pada kasus ini sangatlah berpengaruh pada produktivitas karyawan di tempat kerja. 

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Bowman., L. M., & Olsen, S., menunjukkan bahwa 67 hingga 76 persen akses internet oleh karyawan di kantor digunakan untuk keperluan pribadi, dan hal tersebut diestimasikan merugikan anggaran IT perusahaan sebesar 10% .  Survey lain oleh Nucleus Research, menyebutkan bahwa karyawan yang membuka media sosial memiliki tingkat produktivitas 1.5 persen lebih rendah daripada mereka yang tidak membuka media sosial.

Penggunaan internet seharusnya untuk memotivasi kinerja karyawan dalam melakukan inovasi  untuk perusahaan. Namun, jika hasil survey memberikan penilaian mengenai turunnya produktivitas karyawan tentu hal ini perlu diwaspadai oleh perusahaan. Sehingga saat ini semakin banyak perusahaan menerapkan regulasi pembatasan penggunaan internet melalui Internet Service Provider.

Hasil survey lainnya yang dilakukan oleh Singapura baru-baru ini menghasilkan pendapat berbeda dari sebelumnya. Penelitian dengan tema Cyberloaf yang dilakukan oleh Vivien K. dan Thompson S. H, mereka menguji sebanyak 226 responden. Pada penelitian ini responden diminta untuk memberikan pendapat mengenai cyberloafing dengan regulasi organisasi pengguna internet secara personal. Hasilnya sekitar 88% responden menyebutkan bahwa cyberloaf adalah kegiatan yang dapat diterima untuk menggunakan akses internet perusahaan karena merasa setiaporang terlibat didalamnya.

Dalam hasil survey tersebut dikelompokkan menjadi 3 bagian. Pertama, orang merasa cyberloaf adalah hal normal, dimana saat ini hampir setiap orang di perusahaan terlibat dalam semua bentuk cyberloaf, sehingga hal ini dianggap wajar. Kedua, orang merasa cyberloaf dapat ditoleransi karena tidak memakan waktu yang lama. Pendapat kedua ini menyimpulkan karena perusahaan biasanya memiliki akses internet yang cepat, maka tidak akan banyak waktu yang terbuang. Kertiga, kebaikan harus dibalas kebaikan. Artinya, karyawan yang merupakan investasi perusahaan telah bekerja untuk sepenuhnya untuk perusahaannya, sehingga cyberloaf dapat dikatakan wajar karena dapat menjadi hiburan akibat terlalu banyak pekerjaan. 

Source