Blog > Peran Digitalisasi Bantu Meningkatkan Industri Pariwisata Indonesia

Week 56_2

HYPERNET – Sebagaimana kita tahu bahwa Indonesia mulai menuai buah manis atas kebijakan digitalisasi industri pariwisata yang diterapkan oleh Mentri Pariwisata Arief Yahya sejak 2014. Bentuk kebijakan digitalisasi yang dilakukan, yakni mempromosikan pariwisata Indonesia ke kancah dunia menggunakan media digital. Hal ini tenju juga berkat peran layanan Internet Service Provider yang telah memperluas jaringan internet hingga ke pelosok daerah yang ada di Indonesia.

Berkat peran digitalisasi, Indonesia berhasil dinobatkan oleh media internasional, The Telegraph, sebagai salah satu dari 20 negara dengan pertumbuhan travel tercepat di dunia. Indonesia mengalahkan kompetitor terdekat yaitu Malaysia, Singapura dan Thailand.

Berdasarkan informasi yang dikutip dari liputan6.com, industri pariwisata Indonesia tumbuh 24 persen dari Januari – Oktober 2017. Sedangkan pada periode yang hampir sama yaitu Januari-Oktober 2017, Thailand sebagai salah satu kompetitor kuat, hanya tumbuh 6,69 persen.

Digitalisasi sudah tidak bisa lagi dihindari. Saat ini orang-orang lebih banyak berkomunikasi dan menghabiskan waktu dengan perangkat digital, seperti smartphone, laptop, dan tablet. Selain itu, media digital dinilai empat kali lebih efektif daripada media konvensional. Sehingga para pebisnis yang berkecimpung di industri pariwisata mencoba memasarkannnya melalu internet.

Adapun para pelaku bisnis yang mencoba peruntungannya melalui internet tentu ada banyak yang memanfaatkan momen tersebut. Mulai dari bisnis travel, kuliner, hotel atau penginapan, transportasi, produk oleh-oleh, sampai dengan kebudayaan daerah.

Trik dalam melakukan digitalisasi industri pariwisata yaitu dengan menghasilkan gambar yang bagus dan penjelasan yang informatif. Sebab, destinasi parwisata tidak hanya harus menarik ketika dilihat secara langsung, tapi juga ketika diunggah ke media sosial atau istilah masa kini adalah instagramable. Foto-foto yang menarik di media sosial ini memiliki peluang besar untuk viral, sehingga bisa mengundang lebih banyak wisatawan.

 

Selain itu, di destinasi pariwisata tersebut harus memiliki jaringan telekomunikasi seperti WiFi dengan kualitas yang baik. Karena itu, sampai sekarang layanan Interner Service Provider berusaha mengembangkan dan memperluas layanannya dengan bekerjasama bersama pemerintah demi mewujudkan membangun ekonomi kreatif. 

Source