Blog > Alasan Malware Lebih Memilih Menyerang Komputer Dibandingkan Smartphone

Week 39_2

HYPERNET – Sebagai pengguna internet, hal yang paling meresahkan penggunanya adalah serangan siber. Beberapa pengguna internet service provider Indonesia ada yang mengatakan menggunakan jaringan WiFi publik rentan dengan serangan tersebut. Namun, berdasarkan penelitian terbaru dari Kaspersky Lab terungkap bahwa sikap pengguna terkait perawatan aplikasi dan pemeliharaan perangkat yang menyebabkan data-data sensitif pada komputer dan tablet menjadi sangat rentan terhadap ancaman keamanan.

Sebagai pengguna keduanya, tentu Anda lebih rajin untuk mengontrol konten pada perangkat smartphone secara teratur, bukan? Ya, salah satunya dengan cara menghapus atau mengupdate aplikasi yang telah diunggah. Dalam penelitian yang sama ada 35% dari pengguna telah menghapus aplikasi pada smartphone karena kurangnya penyimpanan, sedangkan hanya 13% dari pengguna pada komputer melakukan hal yang sama.

Hal ini menyebabkan situasi di mana sepertiga dari aplikasi pada komputer pengguna menjadi sia-sia karena tidak pernah digunakan, tetapi tetap berada pada hard disk, memakai banyak ruang dan berpotensi berjalan di latar belakang, sehingga menempatkan data-data sensitif menjadi berisiko. Semua perangkat menyimpan data-data sensitive. Karena itu, harus dilakukan pemeliharaan dengan cara yang sama.

 Penelitian menunjukkan bahwa pengguna tidak memperlakukan perangkat mereka sama pentingnya. Survei menemukan bahwa 65% dari pengguna melakukan pembaruan aplikasi di smartphone mereka segera setelah diluncurkan, memberikan aplikasi tersebut dengan patch keamanan dan update terbaru. Sebaliknya, pengguna cenderung lambat dalam memperbarui aplikasi pada tablet dan komputer, masing-masing hanya 42% dan 48% yang memperbarui aplikasi sesegera mungkin.

Akibat dari perilaku ini, pengguna mengambil resiko akan timbulnya berbagai permasalahan yang disebabkan menumpuknya kesemrawutan digital di perangkat, terutama pada komputer mereka. Hasil statistik Kaspersky Lab menunjukkan bahwa pengguna lebih sering menghadapi malware pada komputer dibanding perangkat mereka lainnya (28% apabila dibandingkan dengan 17% pada smartphone).

Ada pun yang mengkhawatirkan, meskipun sikap pengguna cukup berisiko dalam mengelola kesemrawutan di komputer serta ancaman yang lebih besar dari infeksi malware pada perangkat ini, tetap saja sebagian besar pengguna masih menganggap komputer menjadi tempat paling aman bagi data-data mereka.

Dalam rangka menjaga perangkat digital agar aman, pengguna disarankan untuk mengambil beberapa langkah, seperti memperbarui aplikasi secepat mungkin jika versi terbaru sudah dirilis, membersihkan aplikasi, mengubah pengaturan aplikasi dan gunakan perangkat lunak khusus yang dapat membantu pengguna untuk membedakan aplikasi yang berperilaku mencurigakan dari yang tidak digunakan, serta aplikasi mana yang perlu diperbarui. 

Source